KESEHATAN,TIMELINES1.COM- Sering mengalami pusing, sebaiknya kamu perlu cek kesehatan kamu ke dokter. Sakit pusing tentunya memang penyakit yang hampir semua orang pernah rasakan, namun terkadang ada juga gejala pusing khususnya vertigo yang bisa mengarah ke penyakit stroke.

Dilansir dari Hellosehat.com, Pusing sebenarnya bukan merupakan gejala stroke. Pusing hanya akan dicurigai sebagai gejala stroke jika disertai vertigo dan kehilangan keseimbangan yang sangat parah.

Pusing dapat digambarkan dengan berbagai sensasi, tergantung masing-masing penyebabnya.

Vertigo bisa menyebabkan pusing yang menimbulkan sensasi seperti berputar atau berada di ruangan yang berputar. Kondisi ini dapat membuat Anda merasa kehilangan keseimbangan dan bahkan seperti akan pingsan.

Kaitan antara vertigo dan stroke yakni vertigo diketahui bisa menjadi gejala awal jenis stroke, yaitu stroke batang otak dan stroke serebelum.

Baca Juga  8 Manfaat Jambu Air Untuk Kesehatan, Atasi Kolestrol Jahat

Faktanya, sekitar 3% penderita vertigo yang melakukan pemeriksaan ke rumah sakit diketahui mengalami stroke serebelum.

Umumnya, vertigo hanya terjadi selama beberapa saat atau tidak lebih dari beberapa menit. Namun, pada penderita stroke, vertigo bisa dialami selama beberapa jam, hari, minggu, atau bahkan bulan.

Melansir dari American Stroke Association, sebagai gejala stroke, vertigo bisa terjadi sendiri tanpa disertai gejala umum stroke, seperti kelemahan pada salah satu sisi tubuh.

Hanya saja, perlu Anda pahami bahwa tidak semua kasus vertigo merupakan gejala stroke.

Bagaimana vertigo bisa menjadi gejala stroke?

Beberapa jenis stroke, yakni stroke batang otak dan stroke serebelum, bisa ditandai dengan vertigo yang sering kambuh.

Batang otak merupakan bagian dari otak yang berfungsi mengendalikan semua kegiatan dasar sistem saraf pusat, yang meliputi kesadaran tubuh, tekanan darah, dan pernapasan.

Baca Juga  Bumil Wajib Baca Ini 5 Makanan untuk Mengurangi Kaki Bengkak

Sementara bagian serebelum membantu mengendalikan pergerakan dan keseimbangan tubuh, serta pergerakan mata.

Saat batang otak atau serebelum mengalami stroke, fungsi motorik dan tingkat kesadaran tubuh dapat terganggu sehingga menimbulkan vertigo.

Penyebab vertigo saat terjadi kedua jenis stroke tersebut yaitu kerusakan pada sistem saraf pusat dan sistem saraf perifer di otak. Kerusakan tersebut paling sering terjadi akibat gangguan pembuluh darah ke otak.

Gangguan aliran darah tersebut umumnya disebabkan oleh 2 kondisi berikut ini.

– Stroke iskemik, yaitu ketika pembuluh darah tersumbat atau tekanan darah tinggi (hipertensi).

– Stroke hemoragik, yaitu ketika terjadi perdarahan di dalam atau sekitar otak.

Cara mendeteksi tanda awal stroke

Sejumlah pemeriksaan akan dilakukan untuk memastikan penyebab vertigo. Apakah pusing yang timbul disebabkan oleh stroke atau kondisi lain. Berikut beberapa tes yang mungkin dilakukan.

Baca Juga  Tidur yang Cukup, 3 Tips Membuat Kulit Tampak Awet Muda

1. Pemeriksaan otak

Pemindaian atau pemeriksaan otak merupakan pemeriksaan yang paling sering dilakukan untuk mendeteksi kondisi serius yang mungkin menjadi penyebab vertigo. Salah satunya stroke.

Jenis pemindaian otak yang dapat digunakan meliputi MRI dan CT-scan untuk mendeteksi adanya perubahan di otak.

Meski begitu, CT scan diketahui kurang efektif dalam mendeteksi stroke di batang otak dan serebelum.

Sementara itu, MRI baru bisa mendeteksi stroke di batang otak dan serebelum setelah 48 jam dari pertama kali gejala vertigo muncul.

Hal ini terkadang membuat dokter sulit menentukan pemeriksaan yang paling tepat untuk mengetahui pasti penyebab vertigo.

Oleh karena itu, jika diperlukan, dokter juga akan melakukan beberapa pemeriksaan tambahan.