Diantaranya, pertama yakni perkebunan buah kelapa sawit dengan total 347 NIB, kedua pedagang eceran atau pedagang makan minum 318 NIB, ketiga kedai makanan 276 NIB, keempat industri kerupuk peyek 272 dan kelima ada industri kue basah 150 NIB.

“Dan, pada tahun 2022 kemarin ada 1.668 NIB kami terbitkan, kemudian di tahun 2023 ini sekitar 3.205 NIB. Jika dibandingkan dengan tahun ini nomor induk berusaha mengalami kenaikan yang sangat signifikan. Dengan ini menunjukkan bahwa kami sudah melampaui target yang telah ditetapkan RPJMD,” ujarnya.

Menurut dia, dengan meningkatnya NIB yang dikeluarkan pihaknya maka otomatis nilai investasi juga ikut naik. Bahkan, perbandingan untuk nilai investasi tahun 2022 kemarin mencapai di angka 1,4 triliun sedangkan tahun 2023 ini senilai 3,1 triliun.

Baca Juga  Peternak Babi di Toboali Sukses: Bantuan 2 Ekor Kini Jadi Puluhan Ekor Babi

“Banyak keuntungan jika para pelaku usaha sudah memiliki NIB, yang pasti pemilik usaha mikro dan kecil ketika mau minjam kredit usaha rakyat (KUR). Agar usahanya bisa berkembang, pihak bank biasanya meminta NIB sebagai salah satu persyaratan. Semoga dengan ini para pelaku usaha di Basel sadar dan memanfaatkan pelayanan NIB ini dengan baik akan pentingnya memiliki NIB dalam memperoleh legalitas sebuah usaha,” pungkasnya.