Anak Minum Jamu Apakah Boleh? Yuk Bunda Simak Penjelasannya
Selain membeli produk jamu kemasan, Bunda juga bisa membuat jamu sendiri. Bila Bunda berniat untuk membuat jamu sendiri, ada beberapa hal yang perlu Bunda perhatikan, yaitu:
Bahan-bahan yang digunakan harus segar dan utuh serta tidak mengandung hama.
Bahan-bahan jamu harus dicuci dengan air mengalir hingga bersih.
Jamu dibuat menggunakan panci stainless steel atau panci blirik, bukan panci alumunium.
Jamu yang sudah dibuat dianjurkan untuk disimpan dalam botol kaca, bukan botol plastik.
Tempat pembuatan jamu harus dalam kondisi bersih serta terbebas dari paparan hewan dan sampah yang berisiko membawa kuman dan jamur.
Itulah informasi pemberian jamu untuk anak yang harus Bunda ketahui. Baik jamu kemasan atau jamu sendiri, Bunda harus awasi reaksi alergi dan gangguan pencernaan yang mungkin bisa terjadi ketika Si Kecil mencobanya pertama kali.
Selain itu, bila Si Kecil memiliki suatu kondisi medis atau sedang mengonsumsi obat-obatan tertentu, sebaiknya konsultasikan ke dokter terlebih dahulu sebelum memberinya jamu apa pun.
Beberapa obat bisa berinteraksi dengan bahan-bahan yang sering ada di dalam jamu. Hal ini dapat membahayakan Si Kecil atau mengurangi efektivitas pengobatannya.
Bila Bunda memberikan jamu kepada Si Kecil dengan harapan bisa membuatnya nafsu makan, sebenarnya ada banyak cara untuk meningkatkan nafsu makan anak, kok. Bunda bisa mencoba untuk menghias menu makannya menjadi menarik, menciptakan suasana makan yang menyenangkan, atau mengajaknya memasak bersama.
Bila cara-cara tersebut sudah dilakukan tetapi Si Kecil tetap tidak berselera untuk makan hingga berat badannya menurun, konsultasikan ke dokter guna mendapatkan penanganan yang tepat.(Dilansir dari Alodokter.com)
