4. Sulfur dioksida

Sulfur dioksida (SO2) adalah polutan yang dihasilkan dari proses pembakaran bahan bakar fosil, seperti batu bara dan bensin serta peleburan biji mineral yang mengandung belerang.

Ketika terhirup, zat ini dapat menyebabkan peradangan di saluran pernapasan dan memicu berbagai gejala, seperti batuk berdahak dan sesak napas. Selain itu, orang yang sering menghirup sulfur dioksida juga berisiko lebih tinggi terkena infeksi saluran pernapasan dan bronkitis serta kambuhnya gejala asma.

5. Benzena

Benzena adalah cairan kimia yang sangat mudah mengalami penguapan, sehingga dapat mencemari udara. Polusi udara yang mengandung benzena biasanya ditemukan pada asap rokok, asap kendaraan, asap pabrik, serta produk sehari-hari seperti lem dan detergen.

Baca Juga  Sudah Pernah Minum Teh Kayu Aro? Ini 3 Jenis Teh Khas Indonesia

Paparan benzena dalam kadar tinggi bisa menyebabkan gangguan pernapasan, anemia, kanker paru-paru, kanker darah, bahkan kematian.

6. Karbon monoksida

Karbon monoksida (CO) adalah gas yang dihasilkan dari proses pembakaran, misalnya pembakaran batu bara, kayu, dan bahan bakar pada kendaraan. Ketika seseorang terlalu banyak menghirup gas ini, kemampuan darah untuk mengikat oksigen akan berkurang.

Ini karena gas CO lebih mudah terikat dengan hemoglobin daripada oksigen, sehingga tubuh dapat mengalami kekurangan oksigen atau hipoksia. Penurunan kadar oksigen yang tidak segera diatasi bisa menimbulkan komplikasi berbahaya berupa rusaknya jaringan atau organ tubuh dan kematian.

7. Hidrokarbon

Hidrokarbon merupakan senyawa gabungan antara hidrogen dan karbon. Saat terhirup dalam jumlah banyak, gas hidrokarbon dapat menimbulkan berbagai masalah kesehatan, mulai dari batuk, sesak napas, pneumonia, gangguan irama jantung, hingga hipertensi pulmonal.

Baca Juga  12 Ribuan Tiket Promo Kereta Api Laku Terjual

Meski udara yang Anda hirup terlihat bersih, berbagai jenis zat berbahaya mungkin saja masih terkandung di dalamnya. Oleh karena itu, Anda perlu melindungi diri dari paparan polusi udara penyebab kerusakan paru-paru dan berbagai penyakit lainnya.

Untuk melindungi diri dari polusi udara, Anda bisa menggunakan masker saat beraktivitas, menggunakan penyaring udara atau air purifier di rumah, dan memelihara tanaman yang bisa membuat udara menjadi lebih bersih dan segar. (Dilansir dari Alodokter.com)