“Kalau saya nilai, banjir ini tidak bisa itu diatasi, kecuali aktivitas tambang dari hulu berhenti. Kami tidak melarang orang menambang, tetapi kalau bisa jangan di aliran sungai. Pendangkalan di alur buat rumah warga sudah sama tingginya dengan sungai,” bebernya.

“Kalau direlokasi (pemukiman warga) itu harus dipikirkan, memadai atau tidak dengan jumlah warga di sini. Saya pikirjuga pasti tidak mungkin dan warga juga tidak mau. Untuk korban jiwa tidak ada, hanya kerugian material saja,” tambah Nurzahli.

Meski begitu, dirinya mengungkapkan akibat banjir bandang tersebut warga yang terdampak belum bisa beraktivitas seperti sedia kala. Sebab, kondisi halaman dan di dalam rumah warga yang terdampak masih terdapat pasir dan lumpur.

Baca Juga  Jelang Musim Kemarau, Stok Air Pelanggan Perumdam TSS Babar Dipastikan Cukup

“Sampai sekarang warga belum dapat beraktivitas seperti biasa seperi masak karena kondisi masih basah semua. Kami berharap banjir bisa diatasi ini bukan hanya saat ini saja tapi sudah puluhan tahun lalu. Saya bosan dulu sudah sering rapat di dewan bersama bupati belum ada solusinya,” jelasnya.