Permainan jenga sendiri sebenarnya banyak dimainkan di keluarga Amerika atau Eropa. Namun di Indonesia, permainan ini juga cukup populer karena bisa memberikan interaksi yang hangat, keseruan, sekaligus adu strategi dan kemampuan analisa.

Terdengar terlalu berat ya?

Pada dasarnya jenga dimainkan dengan menarik balok kayu kecil dari susunan yang sudah dibuat, dan berusaha sebisa mungkin tidak membuat susunan tersebut ambruk. Kamu bisa menambahkan berbagai tantangan atau aturan baru agar permainan semakin menantang.

Orang terakhir yang mengambil balok kayu dan menjatuhkannya akan menjadi orang yang kalah, dan bertanggung jawab untuk kembali menyusun balok kayu tersebut menjadi sebuah menara.

Bermain Petak Umpet di Rumah

Bermain peta umpet mungkin terdengar klasik, namun permainan ini terbukti masih cukup seru dilakukan ketika kamu memiliki waktu luang bersama anak-anak. Kamu bisa melakukannya di dalam rumah atau di area rumah, sehingga tetap membatasi ruang permainan agar tidak terlalu jauh.

Baca Juga  6 Hal Penting yang Tak Boleh Dilupakan Saat Berlibur

Bermain di rumah selain bisa membawa kehangatan dan keceriaan, juga bisa melatih anak-anak untuk mengenal suasana rumah dengan lebih baik. Kecerdasan spasial, kreativitas yang disembunyikan, hingga kemampuan mencari dari petunjuk yang ada saat seseorang bersembunyi.

Lompat Tali, Permainan Jadul untuk Anak-Anak

Salah satu permainan klasik yang bisa dimainkan bersama anak-anak adalah lompat tali. Lompat tali sendiri bisa dilakukan antara 3 orang atau lebih dengan menggunakan bantuan seutas tali atau rangkaian karet gelang.

Mulai dari level paling rendah, misalnya setinggi lutut, hingga setinggi ujung tangan. Nantinya bisa diberikan aturan, dimana semua yang melompat tidak boleh menyentuh tali hingga ketinggian tertentu.

Setiap orang akan mendapatkan kesempatan untuk melompat, dan ketika semua sudah melompat ketinggian akan diturunkan secara bertahap. Permainan ini bisa membuat kedekatan semakin erat, dengan aktivitas fisik yang seru.(***)

Baca Juga  5 Bahaya mengonsumsi kue Lebaran berlebih