“Kami melihat tidak sedikit anak-anak yang putus sekolah atau drop out termasuk anak menikah usia dini dan faktor ekonomi keluarga. Untuk itu guru-guru sebelum mengajar kenali dulu kultur budaya setempat dan kenali siapa yang dididik. Ini merupakan strategi pembelajaran di sekolah yang ampuh untuk membangun dan mengembangkan pendidikan multikultural yang lebih baik,” jelas Aan.

Di sisi lain, Kepala Sekolah SMAN 1 Manggar Sabarudin menjelaskan untuk memperkuat pendidikan karakter dalam bingkai merdeka belajar, peran guru atau tenaga pendidik sangat penting dalam mendidik generasi muda agar memiliki karakter yang kuat.

“Kami melihat unsur karakter sangat penting dalam membentuk generasi muda di tengah-tengah perbedaan. Karena itu, guru harus punya pemahaman yang baik bagaimana melaksanakan program kebhinekaan di sekolah,” ujar Sabarudin. (Ver Kominfo Beltim)

Baca Juga  97 ASN Beltim Dilantik, Burhanudin: Masyarakat Butuh Percepatan Layanan