“Jadi, kita punya dana sekitar Rp2 miliar lebih untuk membangun Perlang, namun sudah banyak tersedot untuk belanja langsung, seperti gaji dan lainnya. Hal ini kita pertanyakan, apalagi Perlang adalah desa terluas dibandingkan desa lainnya di Kabupaten Bangka Tengah, lalu kita sudah dinobatkan sebagai Desa Wisata, namun pusat hanya menganggarkan 1 miliar, lebih rendah dari desa lain yang jumlah penduduknya lebih sedikit,”katanya.

Roni menambahkan, dengan anggaran yang tersisa, pihaknya tetap mengikuti peraturan pusat, misalnya 25 persen untuk program Bantuan Langsung Tunai atau BLT dan lainnya.

“Juknisnya tetap ngikut pusat, mungkin tahun ini kita lebih berfokus pada ketahanan pangan, jalan setapak, BLT, kesehatan dan pendidikan,” kata mantan wartawan ini. (**)

Baca Juga  Semarak Ramadan, Komunitas Seniman Koba Gelar Ngusik