Saat memasuki musim penghujan, jalan tersebut semakin susah dilalui.

Jasa angkut turut yang biasa digunakan petanipun ikut naik. Jika biasanya sekali angkut biaya hanya Rp5 – 10 ribu tetapi karena kondisinya rusak biaya sekali angkut capai Rp 25-30 ribu.

“Akibat jalan rusak ini, biaya angkut pun juga ikut naik bisa sampai Rp 30 ribu per sekali jalan,” jelasnya.

Disebutkan Imam, JUT ini sudah sekitar 20 tahun lamanya, namun hingga sekarang di 2024 tak ada perhatian sama sekali, dan sebanyak 50 petani sampai terisolasi padahal hasil produktivitas padinya lebih bagus dibandingkan sawah – sawah lainnya.

Jalan ini juga tidak bisa dilalui kendaraan roda empat, jadi  satu – satunya cara dengan kendaraan roda dua, hal ini lah yang membuat para petani banyak dirugikan.

Baca Juga  Mulai Besok KPU Basel Umumkan Pendaftaran Bakal Calon Bupati dan Wakil Bupati, Berikut Tahapannya

“Kami berharap ada perhatiannya dari Pemerintah Kabupaten Basel agar segera dilakukan perbaikan, mengingat keluhan petani ini bukan baru satu atau dua tahun, tetapi bertahun – tahun kami para petani mengeluh tetapi tak ada respon nya dari Pemkab Basel,” tutupnya.