“Ini butuh dukungan dari semua pihak agar program kesehatan salah satunya desa STBM ini sukses. Masyarakatnya harus memulai, intansi terkait dan seterusnya. Harapan, target 50 persen dulu desa di kita berstatus sebagai STBM. Nanti itu diupayakan instansi terkait termasuk Puskesmas dan lain sebagainya. Akan tetapi melalui proses ODF terlebih dahulu mudah-mudahan terlaksana,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Babar Muhammad Sapi’i Rangkuti menyampaikan Desa Telak merupakan desa yang ketiga di kabupaten berjuluk Negeri Sejarah Setason yang kini telah berstatus sebagai desa STBM.

“Udah beberapa yang sudah STBM dan Telak ini yang ketiga, kita fokus terlebih dahulu ke desa Open Defecation Free (ODF). Karena ada sekitar 16 desa yang kita proyeksikan ODF tahun ni. Karena tanpa ODF terlebih dulu, STBM itu tak bisa, itu tahapannya,” ujarnya. (**)

Baca Juga  KONI Bangka Barat Siap Fasilitasi Atlet yang Berlaga di PON 2024