Oleh karena itu, dirinya meminta untuk instansi yang berwenang dapat segera bersikap. Misalnya membuat lahan parkir dan ada petugasnya di beberapa titik mengingat salah satu destinasi wisata unggulan kabupaten itu sangat luas dan panjang satu hamparan.

Kemudian menempatkan petugas pada beberapa titik sehingga bisa arahkan pemilik kendaraan tidak parkir di badan jalan. Dengan begitu, potensi lalu lintas macet dan menimbulkan hal yang tidak diinginkan dapat diminimalisir dengan baik mulai dari sekarang.

“Sayang ini kan sudah bagus kalau bisa jangan setengah-setengah. Semuanya diatur dengan baik, kalau lalu lintas lancar, tempat parkir ada, petugas ada, ada yang atur jalan, saya kira tidak ada potensi konflik. Asalkan tetap dipantau agar tidak ada pungli,” jelasnya.

Baca Juga  Pantai Baru Rakit Gempar, Pengunjung Digegerkan Temuan Tengkorak

Hal senada juga disampaikan seorang perempuan, berdomisili di Kelurahan Sungaidaeng, Mulya. Wanita berhijab 24 tahun itu berujar sangat mendukung pembangunan infrastruktur, fasilitas, sarana dan prasarana di kawasan objek wisata Pantai Batu Rakit.

“Tapi kalau setengah hati, maksud kita ini sangat disayangkan. Fasilitas yang ada itu kalau bisa dijaga, dilihat orang yang berkunjung, jangan sampai rusak. Itu dibangun dari pajak masyarakat juga loh. Kemudian parkir dan petugas harus disiapkan juga di sana,” ujarnya.