Pergantian musim ini kerap ditandai dengan hujan tak menentu, angin kencang, serta cuaca terik secara tiba-tiba, di mana kondisi tersebut biasanya turut mendukung pertumbuhan virus dan bakteri penyebab penyakit, termasuk virus influenza.

Prosedur Pemberian Vaksin Influenza untuk Anak

Secara umum, prosedur pemberian vaksin influenza untuk anak dapat dilakukan melalui dua cara, yaitu melalui injeksi atau semprotan hidung (nasal spray). Prosedur vaksinasi influenza ini biasanya dipilih berdasarkan usia dan kondisi kesehatan anak. Berikut penjelasan selengkapnya.

1. Melalui Injeksi

Pemberian vaksin influenza melalui injeksi dapat dilakukan pada anak berusia 6 bulan ke atas, baik dengan ataupun tanpa kondisi medis tertentu. Namun, prosedur ini biasanya dapat menimbulkan sejumlah efek samping, seperti demam, nyeri otot, nyeri kepala, mual, dan kelelahan.

Baca Juga  Dipastikan Selalu Ada di Masakan, Garam Banyak Manfaat Tapi Ada Negatifnya Juga

2. Melalui Semprotan Hidung (Nasal Spray)

Pemberian vaksin influenza melalui semprotan hidung (nasal spray) dapat dilakukan untuk anak berusia di atas 2 tahun. Namun, prosedur ini tidak dianjurkan bagi anak yang mengalami sejumlah kondisi berikut ini.

●Anak berusia 2–17 tahun yang sedang mengonsumsi aspirin atau obat yang mengandung asam salisilat.
●Anak berusia 2–4 tahun yang menderita asma atau terdengar pernapasan mengi dalam 12 bulan terakhir.

Memiliki daya tahan tubuh lemah karena kondisi medis tertentu, seperti menderita HIV/AIDS, pernah menjalani transplantasi organ, sedang menjalani perawatan kanker, dan lain sebagainya.

Selain itu, perlu diketahui pula bahwa pemberian vaksin influenza melalui semprotan hidung ini juga dapat menimbulkan sejumlah efek samping, seperti pilek, nyeri kepala, nyeri otot, demam ringan, nyeri tenggorokan, mual dan muntah.(Dilansir dari Siloamhospitals.com)