“Harapan saat ini, semoga perekonomian segera membaik, buka lapangan pekerjaan yang seluas-luasnya, terutama buat Kepala Keluarga,” tuturnya.

Terpisah, salah satu pedagang Bangka Tengah, Yuris mengatakan harga beras ini naik dikarenakan produksi yang kurang.

“Produksi ini berkurang, karena adanya gagal panen akibat perubahan iklim yang ekstrim,” ujarnya.

Dikatakan Yuris, kenaikan harga beras dan sejumlah kebutuhan pokok menjadi masalah serius bagi pedagang dan pembeli. Selain omset, dia harus rela kehilangan pelanggan jika harga beras terus melambung tinggi.

“Harga beras naik pasti berdampak untuk omset tiap hari. Konsumen banyak yang beralih ke distributor langsung yang mendapat subsidi dari pemerintah,” ucapnya.

Sementara itu, Bupati Bangka Tengah, Algafry Rahman mengakui harga beras di wilayahnya memang merangkak naik.

Baca Juga  Bangka Tengah Miliki 42 Perpustakaan Desa, Algafry Pastikan Tiap Bulan Ada Pembinaan

“Kita upayakan adanya pasar murah dan bantuan beras kepada keluarga kurang mampu, semoga bisa membantu masyarakat,” imbuhnya.