“Kita konsen untuk pencegahan putus sekolah di tingkat SMP. Tahun 2024 ini, kita ada program untuk membuka SMP Terbuka, yang di usia 13 sampai 18 tahun, termasuk anak drop out dan putus sekolah,” ujarnya.

Ia menuturkan, SMP Terbuka akan dibuka di setiap kecamatan di Kabupaten Bangka Tengah, masing-masing satu dengan menggunakan fasilitas dan SDM di sekolah induk di kecamatan tersebut.

“Mereka nanti tiga hari belajar mandiri dan dua hari belajar tatap muka di sekolah, Jumat dan Sabtu sebagai hari tatap muka. Sehingga tiga hari lainnya mereka bisa bekerja,” ujarnya.

Lebih lanjut, siswa yang bersekolah di SMP Terbuka tetap akan mendapatkan ijazah seperti sekolah reguler pada umumnya.

Baca Juga  Kasus Penganiayaan Berat yang Dialami Asnadi Berbuntut Panjang, Korban Resmi Lapor ke Polisi

“SMP Terbuka sama dengan SMP reguler, karena usia peserta didik sama dengan SMP. Ini tujuannya mendekatkan mereka yang putus sekolah lebih dekat dengan pelayanan pendidikan,” ujarnya.

Kata Dia, terkait pembukaan SMP Terbuka, Dindik sudah melakukan sosialisasi dan sekitar 42 orang sudah berminat mengikuti program tersebut.

“Kami sedang mempersiapkan aplikasi pendaftaran bekerja sama dengan kades juga,” imbuhnya.