Akhir Pekan Ini, Ceriak Nerang Kembali Digelar Suku Jerieng
“Budaya ini selalu diselenggarakan tiap tahun setiap selesai musim panen. Jadi kegiatan ini adalah sebagai wujud syukur terhadap Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan rezekinya pada musim panen. Pelaksanaan upacara ini dihelat di gunung atau bukit,” bebernya.
Gunung (bukit) yang dimaksud itu ialah guduk timbunan tanah, dikeramatkan, makam para leluhur yang disebut dengan istana pada waktu yang telah ditentukan. Adat istiadat yang sudah ada ini merupakan aset budaya daerah yang harus dipertahankan.
“Jadi, adat istiadat yang sudah ada ini merupakan aset budaya daerah yang harus dipertahankan. Kemudian harus dikembangkan, ditingkatkan dan bisa dijadikan wisata budaya di Babar. Dengan begitu, orang akan datang ke Babar,” jelas Muhammad Ali.(**)
