Terpisah, Bupati Bangka Tengah, Algafry Rahman mengatakan bahwa perihal putus seolah ini berkaitan dengan ketidakmampuan ekonomi dan ketidakpahaman dari orang tua.

Pihaknya merasa bahwa hal ini erat kaitannya antara orang tua dan siswa, dimana mereka yang putus sekolah itu merasa karena mudahnya mendapatkan uang.

“Misalnya dengan menambang timah, itu ada korelasinya dengan putus sekolah, karena mudahnya mendapatkan uang,” ucapnya.

Meski demikian, pihaknya selaku Pemerintah Daerah terus berupaya, agar memberikan akses kemudahan pendidikan, seperti membangun sekolah baru.

“Ini adalah upaya-upaya kami dari pemerintah daerah untuk memberikan kemudahan akses pendidikan agar lebih baik,” tuturnya.

Ia berharap, dengan adanya berbagai upaya itu, semakin banyak anak-anak yang termotivasi untuk bersekolah.

Baca Juga  Ini Alasan Ari Rahmawan Mengundurkan Diri sebagai Anggota DPRD Bateng Fraksi Gerindra

Bahkan, pihaknya juga telah membangun Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) yang peminatnya juga sangat luar biasa.

“Ini sangat luar biasa dan saya pun senang, karena banyak yang berninat sekolah di SKB,” tutupnya.