Ummu Najma menuturkan untuk mencegah bullying harus membiasakan anak dekat dengan Alquran, membiasakan dengan mempraktekkan aklak dan adab yang baik. Sehingga rumbuh kasih sayang antar sesama.

Termasuk membiasakan anak dengan membangun pola dalam melakukan amal salih mulai dari bangun tidur, di sekolah, di rumah hingga tidur lagi.

“Jadi orangtua harus membuat program yang positif dalam kesehariannya. Terutama di rumah. Selain terus memberikan pemahaman sesuai dengan ajaran agama,” kata Ummu Najwa

Sementara Tere menyampaikan bahwa tanpa disadari kerap terjadi bullying di sekitar lingkungan. Terkadang banyak hanya dianggap candaan namun karena dilakukan pengulangan secara terus menerus menyebabkan anak atau seseorang menjadi trauma. Sebab bullying tak hanya terkait soal kekerasan saja namun bisa juga dari perkataan dan sikap.

Baca Juga  Kades Cit Serahkan Bantuan Kursi Roda untuk Warga Penyandang Disabilitas

“Malah bullying dengan perkataan lebih mendalam trauma yang dialami oleh korban seperti berupa penghinaan, pengusiran dan lainya,” kata Tere

Tere yang sekarang selaku menggunakan jilbab dan baju gamis berharap orangtua lebih mendekatkan diri kepada anak anaknya. Menggali apa saja yang dialami oleh anak anak setiap hari dengan bercerita dan berkomunikasi.

“Anak anak itu cenderung memendam masalah yang ia hadapi tapi jika kita lakukan pendekatan diajak bicara mereka pasti akan menceritakan. Di sinilah kita dapat mencegah dampak dari bullying yang dialami korban dengan mencurahkan kasih sayang dan komunikasi,” kata Tere. (east)