Safrizal menambahkan, di Kepulauan Babel, potensi bencana alam lebih ke bencana alam gelombang seperti puting beliung dan banjir serta kecelakaan di udara dan laut.

“Dari aspek geologis kita aman, namun bencana alam gelombang karena kita wilayah kelautan serta puting beliung dan banjir, juga bencana akibat eksident kecelakaan di udara laut dan darat,” ujarnya.

Basarnas Babel terus memonitor potensi bencana dengan baik di Babel meski dengan keterbatasan personel, namun kerja sama dengan semua pihak terkait seperti TNI, Polri, BPBD, Pelabuhan, Tagana yang menjadi kekuatan Basarnas dalam proses evakuasi korban bencana.

“TNI, Polri, kepelabuhan, satpol PP dan tagana ini kekuatan SAR dalam menyelenggarakan proses evakuasi meski personel terbatas namun koordinasi dengan pihak terkait sangat baik,” ujarnya. (**)

Baca Juga  203 Hari Tebar Manfaat di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung