Yuk Meriahkan Festival Perang Ketupat Tempilang, Ajang Silaturahmi Antarwarga
Bahkan, sambung Ali, perang ketupat ini sudah dilaksanakan semenjak tahun 1800, setiap tahunnya di bulan Ruah atau Syaban. Di mana rangkaian acara dimulai dengan Ngancak, Penimbongan dan Taber batas kampung pada malam Nisfu Syaban.
“Perang ketupat ini digelar pada hari ketujuh setelah Nisfu Sya’ban yang kali ini jatuh pada 3 Maret 2024. Menurut kepercayaan terdapat beberapa pantangan yang tidak boleh dikerjakan masyarakat selama 3 hari setelah prosesi ritual perang ketupat,” ujarnya.
“Yaitu tidak boleh pergi ke ke laut, ke hutan dan menjemur pakaian di pagar depan rumah. Perang ketupat adalah kegiatan adat yang telah ditetapkan oleh Mendikbud pada 2014 sebagai Warisan Budaya Tak Benda atau WBTB,” ungkapnya.
Lebih lanjut, pada tahun 2024, kegiatan Perang Ketupat dibantu oleh Pemkab Babar mendapat dukungan dari Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah V Jambi dan Babel. Berupa kurasi untuk peningkatan kualitas acara, dengan tujuan agar menjadi even budaya skala nasional dari Babar.
