Selain itu, kepada Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak di Kabupaten Bangka Tengah, hendaknya dengan anggaran yang ada bisa lebih aktif lagi berperan dengan program-program tepat sasaran, bukan sebatas seremonial belaka.

“Karena kejadian kasus kekerasan seksual terhadap anak ini, bukan kali ini saja terjadi khususnya di Bangka Tengah,” katanya.

Selain itu, dia mengingatkan kepada para orangtua, agar lebih aktif dan protektif terhadap pergaulan keseharian anaknya.

“Termasuk memantau pergaulan anak di dunia maya atau medsos,”kata Andrian. (**)

Baca Juga  Solusi Musim Paceklik Nelayan, Pemkab Bangka Tengah Tawarkan Inovasi Apartemen Crab Box