7 Ton Ludes Terjual, Warga Beltim Minta Pemkab Tambah Stok Beras Bersubsidi
“Kita gak mau jor-joran dengan situasi saat ini takutnya nanti dari oknum pedagang atau toko-toko ada yang jual lagi beras ini. Kondisi tempat penyimpanan kita juga terbatas, karena kita memang belum ada gudang khusus untuk menyimpan beras,” jelas Suparta.
Namun Mantan Kepala Bidang Pertambangan ini menyatakan siap menambah stok beras bersubsidi untuk Operasi Pasar Murah tahap II mendatang. Minimal satu Kecamatan akan diberikan jatah dua ton atau 400 karung beras subsidi SPHP 5 kilogram.
“Sudah kita evaluasi hasil oprasi pasar murah. Insyaallah kita akan antisipasi untuk operasi saat puasa nanti akan kita tambah dua kali lipat stoknya,” ujar Suparta.
Terkait upaya untuk menekan harga beras di pasaran, Dinas Perindutrian dan Perdagangan Kabupaten Beltim akan terus melalukan operasi pasar murah dan pemantauan rutin ketersedian dan harga bahan pokok. Selain itu juga untuk menyambut IdulFitri ini akan ada Pasar Murah Bersubsidi.
“Kita juga akan gelar pasar murah bersubsidi untuk warga yang tidak mampu. Sudah kita siapkan anggaran untuk 8.150 paket sembako bersubsidi. 26 Maret nanti kita gelar,” kata Parta.
Beras Subsidi Dijual Rp60.000 Per karung
Mahalnya harga beras premium di pasaran membuat banyak pihak yang ingin mengambil keuntungan. Salah satunya dengan menaikkan harga jual beras bersubdi Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) milik Perum Bulog.
Beras yang dulu kurang diminati ini, saat ini sedang naik daun. Harga eceranya pun melonjak dari Rp53.000 hingga Rp55.0000 menjadi Rp60.000 untuk karung 5 kilogram.
Padahal sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) penjualan Beras SPHP ini di ke konsumen hanya Rp11.500 perkilogram atau Rp57.500 untuk karung lima kilogram. HET ini hanya untuk Pulau Belitung atau di bawah koordinasi Kantor Perum Bulog Belitung.
Kepala Perum Bulog Kantor Cabang Pembantu Belitung, Gusdi Pramana mengatakan akan menindak setiap agen atau rekanan yang kedapatan menjual beras SPHP di atas HET. Bahkan Perum Bulog akan memutus kontrak dengan toko.
“Jika terbukti beras itu berasal dari rekanan Bulog, kita akan ada pemutusan kerjasama dari kami. Itu sanksi untuk toko yang tidak taat aturan,” tegas Gusdi melalui What’sapp kepada Diskominfo Beltim, Kamis (7/3/24) Sore.
Gusdi pun meminta agar warga yang ingin membeli beras bersubsidi dapat membelinya secara resmi di toko-toko yang sudah menjalin kerjasama dengan Perum Bulog. Hal ini untuk menghindari agar tidak terjadi permainan harga.
“Silahkan nanti kalau ada toko yang jual di atas harga HET bisa melaporkan kepada kami atau Pemda. Kita akan tindak,” ujar Gusdi.
Terkait ketersedian beras bersubsidi untuk Pulau Belitung, Gusdi menyatakan stok dan harga masih aman dan terkendali. Bahkan untuk menyambut Lebaran ini Perum Bulog akan menambah posokan beras kembali.
“Untuk ketersediaan stok beras di Bulog Cabang Belitung aman dan cukup untuk satu bulan ke depan. Kita akan melakukan penambahan stok lagi sebanyak 2.000 ton di untuk Maret dan April ini secara bertahap,” ungkap Gusdi. (@2! Kominfo Beltim)
