3. Jendela waktu 

Cara berikutnya adalah menggunakan jendela waktu. Kamu dapat makan normal selama 8 jam setiap hari. Apabila kamu sarapan di pukul 8 pagi, maka waktu terakhir makan adalah jam 4 sore. Setelah itu kamu harus berpuasa.

4. Diet warrior 

Diet puasa intermiten berikutnya adalah diet warrior. Diet ini mewajibkan kamu hanya makan buah dan sayuran mentah (salad) dalam porsi kecil di siang hari. Lalu makan besar satu kali di malam hari.

Melakukan intermittent fasting boleh minum atau tidak? Selama menjalankan beberapa cara atau contoh puasa intermiten di atas, kamu hanya dibolehkan untuk minum air putih. Untuk kebutuhan menurunkan berat badan ini tetap aman, karena air putih kalorinya nol.

Baca Juga  Berada di Peringkat Kedua, Persib Bandung Siap Lakoni Sisa Pertandingan sebagai Laga Final

Intermittent Fasting Tanpa Olahraga 

Jurnal internasional Environmental Research and Public Health memuat riset untuk memeriksa efek intermittent fasting tanpa olahraga dan dengan menyertakan olahraga. Cara puasa intermiten yang dilakukan di sini adalah puasa 5:2.

Hasil riset ini menyebutkan bahwa melakukan puasa intermiten dengan atau tanpa olahraga tetap dapat menurunkan berat badan dan massa lemak tubuh. Secara spesifik penurunan berat badan terjadi sekitar 6% pada kelompok yang hanya melakukan puasa intermiten selama 16 minggu.

Bagi orang yang kelebihan berat badan atau obesitas dan terlalu berisiko untuk melakukan gerakan-gerakan saat berolahraga, melakukan puasa intermiten bisa membantu. (Dilansir dari Prodiadigital.com)