“Benar bang Senin kemarin itu, kalau di lapangan informasi yang saya dapat bahwa sempat dikejar polisi namun berhasil lolos akibat cuaca buruk sehingga kapal aparat tidak bisa kejar,” ujar BK saat dihubungi wartawan pada Rabu (13/3/2024) malam.

Dia berasumsi, aksi penyeludupan biji timah lebih dari 100 ton ini tidak lepas dari buntut penangkapan bos-bos besar timah swasta di Babel dalam kurun waktu beberapa pekan terakhir. Sehingga para pemain timah mungkin nekat melakukan aksi tersebut.

“Saya tak tahu persis siapa-siapa yang bermain, cuma kabar berhembus bahwa aksi penyeludupan ini sudah lebih dari satu kali dan dilakukan secara terstruktur dan masif bukan hanya dari pemain di Parittiga saja tetapi juga luar Babar,” jelasnya.

Baca Juga  Gelapkan Uang Toko Anugrah Rp48 Juta, 2 Karyawan Dibekuk Tim Meriam Polsek Mentok

Hingga berita ini diturunkan, wartawan masih berupaya menghubungi pihak kepolisian setempat untuk mencari tahu kronologi dan kebenaran aksi penyeludupan yang dilakukan melalui jalur laut dari Pantai Mentingi, Desa Cupat.