RAMADHAN, TIMELINES.ID– Jika diibaratkan, bulan suci Ramadhan laksana kebun yang penuh dengan beragam tanaman dan buah yang siap dipanen. Orang bisa memetiknya sebanyak yang ia mau.

Begitulah Ramadhan, di dalamnya ada limpahan pahala yang siap diunduh oleh umat Muslim dengan cara giat beribadah. Sebab itu, wajar jika momen mulia ini menjadi kesempatan emas untuk berlomba memperbanyak ibadah.

Rasulullah sendiri setiap menjelang tiba Ramadhan selalu memotivasi para sahabat dengan menyampaikan,

أَيُّهَا النَّاسُ قَدْ أَظَلَّكُمْ شَهْرٌ عَظِيْمٌ، شَهْرٌ مُباَرَكٌ، شَهْرٌ فِـيْهِ لَيْلَةٌ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ جَعَلَ اللهُ صِياَمَهُ فَرِيْضَةً وَ قِياَمَ لَيْلِهِ تَطَـوُّعاً مَنْ تَقَرَّبَ فِـيْهِ بِخَصْلَةٍ مِنَ اْلخَيْرِ كَانَ كَمَنْ أَدَّى فَرِيْضَةً فِـيْماَ سِوَاهُ وَمَنْ أَدَّى فِـيْهِ فَرِيْضَةً كَانَ كَمَنْ أَدَّى سَبْعِيْنَ فَرِيْضَةً فِـيْمَا سِواَهُ وَهُوَ شَهْرُ الصَّـبْرِ وَالصَّـبْرُ ثَـوَابُهُ الْجَنَّةُ وَشَهْرُ الْمُوَاسَاةِ وَ شَهْرٌ يَزْدَادُ فِـيْهِ رِزْقُ الْمُؤْمِنِ، مَنْ فَطَّرَ فِـيْهِ صَائِماً كَانَ مَغْفِرَةً لِذُنُوْبِهِ وَعِتْقَ رَقَبَتِهِ مِنَ النَّارِ وَ كَانَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِهِ مِنْ غَيْرِ أَنْ يَنْتَقُصَ مِنْ أَجْرِهِ شَيْءٌ

Baca Juga  Puasa dan Kehormatan Jiwa

Artinya, “Wahai manusia, telah tiba bulan yang agung lagi mulia. Bulan yang di dalamnya terdapat malam yang lebih baik daripada seribu bulan. Allah telah menjadikan puasanya wajib dan shalat malamnya sebagai amal sunnah. Barangsiapa melakukan satu ibadah sunnah pada bulan ini, maka pahalanya seperti menunaikan satu kewajiban di bulan lainnya. Dan barangsiapa menunaikan satu ibadah wajib pada bulan ini, maka pahalanya seperti menunaikan tujuh puluh kewajiban di bulan lainnya. Ini adalah bulan kesabaran. Pahala kesabaran adalah surga. Juga bulan kepedulian, bulan saat rezeki orang mukmin ditambah. Barangsiapa memberi makanan berbuka untuk orang yang berpuasa pada bulan ini, maka dosa-dosanya akan diampuni, terbebas dari api neraka, dan memperoleh pahala seperti pahala orang yang ia beri makanan tadi tanpa mengurangi pahala orang itu sedikitpun.” (HR Ibnu Khuzaimah).

Baca Juga  Jokowi Target Kontingen Indonesia Juara Umum di Sea Games Kamboja 2023

Sabda Rasulullah ini berpesan kepada umat muslim agar bulan Ramadhan yang memiliki limpahan ibadah sunah dan pahala tak terhingga bisa dijalani dengan sebaik mungkin. Perpindahan dari Sya’ban ke Ramadhan bukan sebatas pergantian bulan tanpa makna, tetapi merupakan peralihan dimensi spiritual yang memerlukan kesiapan iman secara matang.

Konsisten Beribadah
Ibadah yang baik bukanlah amalan yang semangat dilakukan di awal tapi semakin lama semakin luntur spirit dan kualitasnya. Demikian sering kita jumpai saat Ramadhan. Awal bulan tampak semangat beribadah, tapi memasuki separuh bulan terakhir mulai redup. Padahal, kata Nabi, ibadah yang baik adalah ibadah yang dilakukan dengan konsisten, kendati tidak terlalu besar bentuknya.

Baca Juga  Lestarikan Adat Tujuh Likur di Desa Mancung, PT Timah Tbk Berpartisipasi Jaga Tradisi di Bulan Ramadhan

أَحَبُّ الْأَعْمَالِ إِلَى اللَّهِ تَعَالَى أَدْوَمُهَا وَإِنْ قَلَّ.

Artinya, “Amalan yang paling dicintai oleh Allah adalah yang paling konsisten meskipun sedikit.” (HR Bukhari)