Menurutnya, GPM sudah berjalan dalam tiga bulan terakhir. Program CCP ini akan berjalan selama enam bulan dengan jumlah total sebanyak 343,62 Ton Beras. Selain itu, operasi pasar juga juga sudah beberapa kali digelar dengan total volume berkisar 8 Ton. Ini pun akan dilaksanakan kembali dalam beberapa waktu ke depan.

“Secara berkala operasi bazar pangan murah juga sudah menjadi agenda rutin digelar bersamaan dengan kegiatan Aik Bakung. Bazar pangan murah yang digelar bersamaan dengan Aik Bakung memang sudah berjalan efektif selama lebih dari satu tahun lebih ini. Kita meyakini bahwa dampak kegiatan bazar pangan murah bersamaan kegiatan Aik Bakung ini efektif berkontribusi menjaga kestabilan harga di desa lokasi Aik Bakung dan sekitarnya,” kata Haris

Baca Juga  Polisi Beberkan Motif Remaja Beristri Nekat Tikam Pelajar di Simpang Rimba

Selain itu, gerakan pemanfaatan lahan pekarangan dengan budidaya tanaman cabai bersama pihak terkait juga sudah dikerjakan.

Bahkan Selasa 18 Maret lalu, Dinas Pertanian bersama BI sudah melakukan panen cabai, khususnya di pekarangan Pondok Pesantren Quran Cahaya Desa Rias.

“Setidaknya kita sudah mendapatkan anggaran insentif program ini sebesar 2,4 miliar rupiah. Adapun sasaran program ini akan tersebar ke delapan kecamatan di wilayah Bangka Selatan,” tambahnya.

Haris menyebut, bantuan kepada pelaku UKM dan program gratis ongkos kirim produk UKM juga sudah mulai dilaksanakan.

Terdapat puluhan UKM yang akan mendapatkan bantuan tersebut. Kuota pengiriman produk UKM yang saat ini disediakan sekitar 1 Ton.

“Kita harapkan program-program tersebut serta disertai dengan program lainnya di lingkungan Pemkab Bangka Selatan dapat terus menggeliatkan perekonomian Bangka Selatan,” tutupnya.

Baca Juga  Anak Mantan Bupati Bangka Selatan Jadi Tersangka Tipikor SP3AT Fiktif Rp45,9 Miliar