Dalam 10 tahun sebagai BLUD, RSUD Drs. H. Abu Hanifah dicatat berhasil mengalihkan anggaran operasionalnya menggunakan sumber dana BLUD. Saat ini anggaran APBD hanya membiayai gaji ASN dan tunjangannya ditambah sebagian kecil pembayaran gaji tenaga honorer.

Hal tersebut disampaikan oleh Direktur RSUD Drs. H. Abu Hanifah, dr Lismayoni. Menurut Lismayoni, semua capaian tersebut tidak lepas dari keberhasilan perusahaan dalam mengelola Good Corporate Governance (GCG) secara terintegrasi, serta dalam menghadirkan inovasi dan memaksimalkan teknologi informasi yang ada.

“Dalam mengelola GCG secara terintegrasi, perusahaan yang memiliki aktivitas usaha adalah pelayanan jasa di bidang pelayanan kesehatan rumah sakit tipe C ini, dicatat menuangkan Tata Kelola Rumah Sakit pada pedoman pengorganisasian rumah sakit mulai dari renstra hingga Hospital by Law,” terangnya.

Baca Juga  Izin Tambang di Merbuk Belum Jelas, Sekda Bateng Minta PT Timah Dengarkan Aspirasi Rakyat

RSUD Drs. H. Abu Hanifah juga melakukan kontrak kinerja dan berbagai pelatihan untuk meningkatkan kompetensi SDM. Seperti pelatihan perumahsakitan yang meliputi kepemimpinan, kewirausahaan, rencana strategis bisnis, rencana aksi strategis, rencana implementasi dan rencana tahunan,  tatakelola rumah sakit, standar pelayanan minimal, sistem akuntabilitas, sistem remunerasi rumah sakit, pengelolaan sumber daya manusia kepada pejabat struktural rumah sakit.

Selain itu juga, pelatihan kompetensi baik bagi SDM kesehatan, maupun nonkesehatan dengan sekurang-kurangnya 20 jam per pegawai.

Sementara itu inovasi yang dihadirkan RSUD Drs. H. Abu Hanifah, di antaranya adalah Blusukan (Bersama Lunturkan Semua Keluhan). Inovasi ini dicatat memiliki banyak manfaat. Seperti misalnya, angka komplain berkurang, angka penyakit pegawai (kurang disiplin, kurang rapi, kurang ramah) jauh menurun, manajemen berbaur dengan pelayanan perifer, kebutuhan pelayanan sesuai dengan yang diperlukan. Terakhir, angka kepuasan pasien menjadi meningkat.

Baca Juga  WOW! Babel Urutan 4 Tertinggi Terkontaminasi Partikel Mikroplastik

“Dalam memaksimalkan teknologi informasi, RSUD Drs. H. Abu Hanifah dicatat menghadirkan program Mobil JKN dan Si Ketawai. Dengan adanya program Mobil JKN, maka mendaftar tanpa perlu lagi antri. Dan dengan program Si Ketawai, membuat laporan kinerja pegawai menjadi lebih mudah,” imbuhnya. (**)