Rangkuti menambahkan, dari 16 desa itu rata-rata ada sekitar 30-50 masyarakat dalam satu Kartu Keluarga (KK) yang belum memiliki jamban sendiri. Seperti contoh di Semulut, Parittiga, total ada 11 KK yang belum memiliki jamban.

“Faktor mereka belum punya jamban di lapangan yang saya temukan beragam, ada faktor uang dan lainnya. Maka dari itu, kita harus bersama-sama mengatasi ini paling tidak ada kloset di setiap rumah yang belum ada jamban,” jelasnya. (**)

Baca Juga  DBD di Bangka Barat Capai 162 Kasus: Waspada, Anak-Anak Rentan Terjangkit