Oleh: Jaya, A.Md 

Bulan Ramadan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) al-Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan batil).

Memasuki hari ke-19 berpuasa, kita akan mengenang peristiwa paling bersejarah dalam sejarah umat manusia, yaitu peristiwa Nuzulul Quran (turunnya Al Quran). Bulan ini adalah bulan yang mulia karena di dalamnya diturunkannya Al Quran sebagai mukjizat terbesar Nabi Muhammad saw, penutup risalah nabi-nabi sebelumya.

Kandungannya mencakup dan menyentuh berbagi aspek tata nilai kehidupan umat manusia, berlaku sepanjang masa dan untuk dapat menjadi pedoman bagi semua bangsa.

Sebagai sabda yang langsung diturunkan dari langit, dengan membawa pesona yang begitu mengagumkan,  fenomena Al Quran telah mengundang reaksi umat manusia sepanjang zaman. Ada yang menjunjung tinggi setinggi langit dan ada yang menistakannya begitu keji.

Baca Juga  Madrasah Ikhlas di Bulan Ramadan

Al Quran turun di tengah kehancuran akhlak, problem sosial, politik, ekonomi masyarakat arab jahiliyah pada saat itu, maka kehadiran Al-Quran disebut-sebut juga sebagai revolusi besar umat dalam sejarah. Sebagai risalah terakhir penyempurna dari risalah nabi-nabi sebelumnya, ajarannya mencakup beberapa aspek kehidupan; menjadi sumber ilmu bagi pengetahuan bagi umat manusia.

Berisi kisah-kisah sejarah, falsafah hidup, berbagai hikmah, kemuliaan, keteladanan dan pesan-pesan moral luhur dan maha agung. Dan kehadiran Al Quran menjadi pijakan dari banguanan peradaban yang mengesankan dari awal kemunculannya sampai kita rasakan saat ini.