Sementara untuk program UKM, secara prinsipnya, kesehatan masyarakat tidak bisa dilakukan sendiri oleh pemerintah dan harus melibatkan berbagai unsur khususnya dari masyarakat itu sendiri. Akan tetapi, Dinkes Babar akan selalu berupaya menjamin kesehatan warga.

“Contohnya pemberantasan sarang nyamuk atau PSN untuk cegah DBD. Itu setiap bulan kita wajibkan, motornya bidan desa kerja sama dengan desa atau dusun. Kita bunuh jentik secara berkala, bidan akan absen melalui video,” ungkap Rangkuti.

Hingga detik ini, dikatakan Rangkuti, berkat upaya-upaya yang dilakukan itu sejak 2022-2023, warga Babar yang meninggal dunia akibat DBD masih 0 di tahun 2024 ini. Begitu juga dengan stunting, secara keseluruhan, kasus ini mulai ditekan secara signifikan.

Baca Juga  Diterjang Ombak 2 Meter, Perahu Nelayan Terbalik di Laut Matras

“Tapi ada satu lokus khusus stunting di Babar yaitu Kecamatan Simpangteritip. Kenapa daerah ini tidak bisa keluar dari stunting, karena persoalan kompleks. Makanya tahun ini, kita punya inovasi baru dengan melakukan kuesioner pada ibu hamil di Babar,” katanya.

“Apa yang jadi kendala dan sebab HB rendah, apa sebabnya entah ekonomi atau hal lainnya. Ini baru ada di kita di Babar, mudah-mudahan ini jadi contoh, bukan hanya kuis tapi ada tindak lanjut sehingga stunting di babar bisa sesuai target, 5 April ini baru jalan,” katanya.

Selain itu, kegiatan penanganan kasus Tuberkulosis (TB) yang terus berjalan dengan melakukan pemeriksaan secafa aktif. Program lain pemeriksaan gula darah dan penyakit pada lansia. Ketika lansia perlu penanganan lebih lanjut, maka akan segera ditindaklanjuti. (**)

Baca Juga  Lima Bulan Terakhir, BPJS Pangkalpinang Cairkan Santunan Rp4,7 Miliar untuk Masyarakat Babar