5 Faktor yang Memengaruhi Frekuensi Buang Air Kecil
2. Asupan Cairan
Frekuensi buang air kecil juga dapat dipengaruhi oleh asupan cairan tubuh. Semakin sering Anda minum, maka produksi urine di dalam tubuh akan semakin banyak.
Dengan begitu, frekuensi buang air kecil menjadi meningkat. Selain itu, beberapa jenis minuman tertentu juga bisa membuat seseorang lebih sering buang air kecil, seperti minuman beralkohol dan berkafein.
Adapun beberapa jenis minuman berkafein yang bisa memengaruhi frekuensi buang air kecil adalah:
●Kopi.
●Minuman bersoda.
●Minuman berenergi.
●Cokelat panas.
●Teh.
3. Ukuran Kandung Kemih
Faktor yang memengaruhi frekuensi buang air kecil berikutnya adalah ukuran kandung kemih. Apabila kandung kemih memiliki ukuran yang lebih kecil, maka kemampuannya untuk menampung urine menjadi lebih sedikit pula. Akibatnya, tubuh akan lebih sering buang air kecil untuk mengosongkan kandung kemih.
4. Adanya Kondisi Medis Tertentu
Kondisi medis tertentu, seperti infeksi saluran kemih, gangguan prostat, diabetes, kandung kemih overaktif (overactive bladder), hingga anemia bulan sabit (sickle cell anemia) diketahui bisa menjadi penyebab seseorang sering buang air kecil.
Di samping itu, ibu hamil biasanya juga akan lebih sering buang air kecil karena adanya perubahan hormonal serta peningkatan tekanan pada kandung kemih karena ukuran rahim yang semakin besar seiring dengan pertambahan usia kehamilan.
5. Konsumsi Obat-obatan
Konsumsi obat diuretik, misalnya bumetanide, chlorothiazide, metolazone, furosemide, dan spironolactone juga dapat membuat seseorang lebih sering buang air kecil.
Obat ini bekerja dengan membantu ginjal mengeluarkan garam dan air berlebih dari dalam pembuluh darah melalui urine. Obat diuretik biasanya digunakan untuk menangani tekanan darah tinggi (hipertensi), penyakit ginjal, atau penyakit jantung.
Seperti yang telah dijelaskan, frekuensi buang air kecil juga sangat berkaitan dengan fungsi ginjal di dalam tubuh. Maka dari itu, tak ada salahnya untuk melakukan Skrining Ginjal Sehat guna mengevaluasi kesehatan organ ginjal secara keseluruhan, terutama bila Anda memiliki frekuensi buang air kecil yang dirasa tidak normal.(Dilansir dari Siloamhospitals.com)
