Penjelasan ini muncul karena dosa meninggalkan puasa satu hari di bulan Ramadhan tidak akan hilang begitu saja. Sebaliknya, puasa qadha’ diluar Ramadhan tidak dapat menyamai keutamaan puasa di bulan Ramadhan.

Oleh karena itu, sangatlah disayangkan bagi orang-orang yang dengan sengaja meninggalkan atau membatalkan puasa di bulan Ramadhan tanpa alasan yang dibenarkan dalam syariat Islam. Karena puasa qadha’ yang dilakukan di luar Ramadhan tidak akan sebanding dengan keutamaan dan berkahnya seperti hari-hari di bulan Ramadhan.

Ancaman bagi orang yang tidak berpuasa 

Orang yang dengan nekat membatalkan puasanya di bulan Ramadhan akan mendapatkan ancaman dan siksaan yang sangat pedih di akhirat. Mereka akan digantung tubuhnya, dan dari mulutnya akan keluar darah. Hal ini sebagaimana disampaikan oleh Rasulullah saw dalam sebuah hadits, yaitu:

Baca Juga  5 Obat Herbal yang Ampuh Redakan Sinusitis, Nomor 3 Praktis dan Enak

عَنْ أَبي أُمَامَةَ قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ يَقُولُ: بَيْنَا أَنَا نَائِمٌ إِذْ أَتَانِى رَجُلاَنِ فَأَخَذَا بِضَبْعَىَّ، ثُمَّ انْطُلِقَ بِى فَإِذَا أَنَا بِقَوْمٍ مُعَلَّقِينَ بِعَرَاقِيبِهِمْ مُشَقَّقَةٌ أَشْدَاقُهُمْ تَسِيلُ أَشْدَاقُهُمْ دَمًا. قُلْتُ: مَنْ هَؤُلاَءِ؟ قَالَ: هَؤُلاَءِ الَّذِينَ يُفْطِرُونَ قَبْلَ تَحِلَّةِ صَوْمِهِمْ

Artinya, “Dari Abu Umamah berkata, ‘Aku mendengar Rasulullah saw bersabda: ‘Pada saat aku tidur, aku bermimpi didatangi dua orang malaikat membawa pundakku. Kemudian mereka membawaku, saat itu aku mendapati suatu kaum yang bergantungan tubuhnya, dari mulutnya yang pecah keluar darah. Aku bertanya: ‘Siapa mereka?’ Ia menjawab: ‘Mereka adalah orang-orang yang berbuka puasa sebelum diperbolehkan waktunya berbuka puasa’.” (HR An-Nasa’i).

Pada bulan Ramadhan ini, mari kita bersama-sama memperkuat komitmen kita untuk menjalankan ibadah puasa. Penting bagi kita untuk menjaga kebersihan puasa kita dan tidak sengaja melanggarnya.

Baca Juga  Keseharian Rasulullah SAW dan Sahabat di Bulan Ramadhan

Melanggar puasa bukan hanya merugikan diri sendiri, tetapi juga mendatangkan ancaman yang serius dari Allah swt. Selain menjauhi hal-hal yang secara jelas membatalkan puasa, mari kita juga berhati-hati terhadap tindakan-tindakan yang dapat mereduksi pahala puasa kita.

Adapun sesuatu yang bisa menghilangkan pahala puasa adalah sebagaimana disebutkan oleh Nabi saw, yaitu:

خَمْسٌ يُفطِرْنَ الصَّائِمَ: الغِيْبَةُ، والنَّمِيْمَةُ، وَالْكَذِبُ، وَالنَّظْرُ بِالشَّهْوَةِ، وَالْيَمِيْنُ الْكَاذِبَةُ

Artinya, “Lima hal yang bisa membatalkan pahala orang berpuasa, yaitu: (1) membicarakan orang lain; (2) mengadu domba; (3) berbohong; (4) melihat dengan syahwat; dan (5) sumpah palsu”. (HR Ad-Dailami).(Dilansir dari Jabar.nu.or.id)