Allâhumma shalli wa sallim ‘alâ sayyidina muḫamamdin, Alḫamdulillâhi rabbil ‘âlamîn. Allâhumma innî astakhîruka bi ‘ilmika, wa astaqdiruka bi qudratika, wa as-aluka min fadhlika, fa innaka taqdiru wa lâ aqdiru, wa ta’lamu wa lâ a’lamu, wa anta ‘allâmul ghuyûb. Allahumma fa-in kunta ta’lamu hâdzal amra khairun lî fî dînî wa dun-yâya wa ‘âqibati amrî ‘âjilihi wa âjilihi faqdurhu lî wa bârik lî fîhi tsumma yassirhu lî. Wa in kunta ta’lamu anna hâdzal amra syarrun lî fî dînî wa dun-yâya wa ‘âqibati amrî ‘âjilihi wa âjilihi fashrifnî ‘anhu washrfhu ‘annî waqdur liyal khaira haitsu kâna ainamâ kânû innaka ‘alâ kulli syai-in qadîr. Wa shallallâhu ‘alâ sayyidina muḫamamdin, walḫamdulillâhi rabbil ‘âlamîn.

Artinya, “Ya Allah, sesungguhnya aku beristikharah dengan pengetahuan-Mu, aku memohon kekuatan dengan kekuatan-Mu, aku meminta kepada-Mu dengan kemuliaan-Mu. Sesungguhnya Engkau yang menakdirkan sementara aku tidak mampu melakukannya. Engkau yang Maha Tahu, sedangkan aku tidak tahu. Engkaulah yang mengetahui perkara yang gaib.    Ya Allah, jika Engkau mengetahui bahwa perkara ini baik bagiku dalam bagi agamaku, kehidupanku, akhir urusanku, duniaku, dan akhiratku, maka takdirkanlah hal tersebut untukku. Mudahkanlah untukku dan berkahilah ia untukku. Ya Allah, jika Engkau mengetahui bahwa perkara tersebut jelek bagi agama, kehidupan, akhir urusanku, diniaku, dan akhiratku, maka palingkanlah aku darinya dan palingkanlah dia dariku. Takdirkanlah yang terbaik untukku apa pun keadaannya. Sesungguhnya engkau Yang Maha Bisa atas segala sesuatu.”

Baca Juga  3 Amalan Bulan Ramadhan yang Pahalanya Mengalir Deras jika Dilakukan

Selesai membaca doa, kita sebutkan permohonan kita. Doa ini bersumber dari salah satu hadits Nabi yang diriwayatkan Imam al-Bukhari dari hadits Jabir bin ‘Abdillah. Penulis menambahkan shalawat, salam, dan hamdalah pada akhir dan awal doa sebagaimana anjuran Imam an-Nawawi. (Al-Ghazali, Ihya’ ‘Ulumiddin, juz I, halman 206).

Petunjuk dan isyarat setelah melaksanakan sholat istikharah

Petunjuk yang Allah berikan kepada hambanya yang meminta arahan melalui sholat istikharah tidaklah menentu, dan banyak isyarat yang akan kita jumpai. Petunjuk tersebut bisa datang melalui mimpi, ketenangan hati, tanda-tanda dalam kehidupan sehari-hari ataupun yang lainnya.

Petunjuk tersebut akan Allah beri jika permintaan kita adalah baik dihadapan Allah Swt dan Allah akan memudahkan jalan dan memberi akhir yang baik. Sebaliknya, jika menurut Allah tidak baik maka kita akan dipersulit melakukannya.

Baca Juga  Percikan Air di Musim Hujan, Apakah Najis?

Isyarat petujuk dengan Al-Qur’an
Melansir NU Online Habib Muhammad Muthohar mengungkapkan bahwa sebagian ulama ahli hikmah memiliki amalan istikharah yang dilakukan dengan memakai Al-Qur’an. Hal ini diungkapkan dalam sebuah video yang diunggah oleh Youtube NU Online pada Ahad (24/9/2023).

Amalan yang diijazahkan oleh Habib Muhammad ini diawali dengan amaliah shalat istikharah 2 rakaat. Setelah shalat, memanjatkan doa istikharah yang diajarkan Rasulullah dalam riwayat Imam Bukhari.

“Setelah itu, buka Al-Qur’an. Langsung buka sebukanya. Kemudian dilihat banyak huruf kha’ atau syin. Kha’ itu khair (baik), syin itu Syar (buruk). Kalau kha’ nya 20, Syin nya 10, berarti itu baik. Lanjutkan, monggo. Silakan,” jelasnya.

Namun jika ditemukan dalam halaman Al-Qur’an yang dibuka tersebut banyak ditemukan huruf Syin, maka ia menyarankan untuk tidak dilanjutkan apa yang diistikharahi tersebut.

Baca Juga  Dahsyatnya Doa Ibu yang Mustajab dan Alasannya Menurut Al-Quran dan Hadis

“Ini saya ijazahkan, monggo diamalkan,” katanya.

Ijazah ini didasarkan pada fakta bahwa para ulama tidak pernah meninggalkan Al-Qur’an. Sampai-sampai para ulama memiliki amalan wirid yang berasal dari Al-Qur’an. Amalan-amalan wirid ini dinamakan dzikir yang diambil dari ayat Al-Qur’an yakni surat Al-Hijr ayat 9 yang artinya:

“Sesungguhnya Kamilah yang menurunkan Al-Qur’an dan pasti Kami (pula) yang memeliharanya”. (Dilansir dari Jabar.nu.or.id)