BANGKA SELATAN, TIMELINES.ID — Setiap momen bulan Ramadan merupakan suatu keberkahan bagi setiap umat muslim di seluruh dunia. Bulan suci nan mulia selain diwajibkan berpuasa kita juga diharuskan memperbanyak ibadah agar setiap amal kebaikan dilipatgandakan oleh Allah Swt.

Pada bulan suci Ramadan 1445 H atau bertepatan dengan tahun 2024 ini SMA N 1 Payung kembali melaksanakan kegiatan yang menitikberatkan pada pembelajaran tentang akhlak dan kepribadian.

Salah satu yang menjadi program unggulan di setiap bulan puasa ialah program bina karakter atau yang biasa disebut dengan Sekolah Kerja Nyata (SKN). Program tersebut merupakan agenda yang dilaksanakan oleh seluruh peserta didik untuk bisa belajar dan menimbah pengalaman langsung ke dalam lingkungan masyakarat di mana peserta didik berdomisili.

Baca Juga  Tingkatkan Produktivitas Pertanian di Desa Rias, Pemkab Basel akan Gelontorkan Rp6 M

Adapun beberapa agenda yang dilaksanakan dalam kegiatan SKN ini adalah Superman (Suasana Pesantren Ramadan), Sjuta (Subuh Jumat bertilawah) dan beberapa kegiatan lainnya.

Selama ini kita tahu bahwa kerja nyata itu biasa dilakukan oleh para mahasiswa di perguruan tinggi, namun kegiatan seperti ini pun diadopsi oleh SMA N 1 Payung sebagai sarana pendidikan karakter bagi peserta didik yang nantinya diharapkan dalam menumbuhkembangkan dan menjadi kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari.

Pendidikan tidak mesti hanya dilakukan di dalam sekolah dan ruang kelas, tapi pola pendidikan dapat dilakukan langsung kedalam kehidupan nyata di masyakarakat.

Salah satu bagian dari kegiatan SKN ini adalah pengumpulan dan pembagian sembako bagi masyarakat yang dihimpun dari seluruh warga sekolah baik itu peserta didik maupun guru dan tenaga pendidik. Pengumpulan sembako yang terdiri dari beras dan uang dihimpun selama dua hari.

Baca Juga  Galih Nakhodai Taman Bacaan Masyarakat Bangka Selatan

Ketua Pelaksana SKN Dedi Suhendra menyampaikan bahwa pengumpulan beras sedekah ini merupakan suatu proses pembelajaran yang diberikan kepada para peserta didik bagaimana menanamkan nilai- nilai kepedulian kepada masyakarat yang kurang mampu.

Sesuai informasi yang disampaikan ketua pelaksana beras yang terkumpul selama dua hari tersebut mencapai setengah ton beras.