Pemkab Basel Siapkan BPJS Ketenagakerjaan untuk Hadang Kemiskinan Ekstrem
BANGKA SELATAN, TIMELINES.ID — Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan melalui Dinas Sosial Perlindungan Anak dan Pemberdayaan Perempuan terus bergerak menuntaskan kemiskinan ekstrem.
Kepala Dinsos PPPA, Sumindar menyebut, dari jumlah penduduk 200.000-an jiwa, terdapat 154 KK dinyatakan miskin ekstrem. Data ini didasarkan pada usia, tempat tinggal, pendapatan, pekerjaan, kecakapan fisik dan jumlah tanggungan.
Sebanyak 154 KK miskin ekstrem ini juga terdata dalam 31.847 data terpadu kesejahteraan sosial Tahun 2024.
Sumindar juga menyampaikan bahwa DTKS ini bersumber dari inputan desa dan keluarahan se-Kabupaten Bangka Selatan yang diupdate setiap tanggal 16-24 tiap bulan.
“Agar masyarakat pro aktif memantau usulan-usulan tersebut. Karena dasar masyarakat memperoleh bantuan BPNT ( Bantuan Pangan Non Tunai), PKH (Program Keluarga Harapan), BPJS kesehatan, dan PIP bersumber dari DTKS. Karena DTKS adalah urgen, maka RT, Kaling, Kadus, Lurah, Kades, Camat harus proaktif, konsisten, kontinue dalam memantau kondisi sosial ekonomi masyarakat disekitarnya. Jika sudah keluar dari ketidak berdayaan harus berani keluar dari DTKS dan berani menyampaikan “Stop bantuan bansos untuk kami,” pesannya Senin (8/4/2024).
Menurut Sumindar, Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Bangka Selatan, merupakan mata dan tangan pemerintah daerah dalam pelayanan sosial, maka akan selalu konsisten melakukan pemetaan, pelayanan dan evaluasi terus-menerus menuju masyarakat Bangka Selatan mandiri, maju, berdaya dan sejahtera.
Sumindar menargetkan di tahun 2024 ini miskin ekstrem tinggal 50 KK dari 154 KK.
