Berpisah dengan Ramadan
Puasa, bukannya secara lahir melainkan harus mampu berpuasa secara batin, menjaga hati. Ramadan telah usai, mari kita lanjutkan mengerjakan puasa sunah seperti puasa Syawal, puasa senin kamis, puasa pertengan bulan (Ayyamul bidh) dan puasa Daud.
Membaca Al-Qur’an, berbagai cara kita berinteraksi dengan Al-Qur’an mulai dari tadarus, kajian tafsir maupun tadabur pada bulan Ramadan.
Bahkan di penghujung Ramadan interaksi dengan Al-Qur’an janganlah putus. Teruslah perbanyak membaca Al-Qur’an dari hadis Riwayat Baihaqi: “Terangilah rumahmu dengan salat dan bacaan Al-Qur’an”.
Ibadah malam dan zikir, kebiasaan ibadah malam seperti tarawih atau tahajud di bulan Ramadan. Jika mampu istiqomah ibadah malam serta zikir, kita mendapatkan kemuliaan, baik di hadapkan Allah maupuan di mata manusia (QS. 17:97)
Di penghujung bulan Ramadan ini, hanyalah ampunan dan pembebasan dari siksa neraka yang kita harap-harapkan dari Allah yang maha pengampun. Meski Ramadan berakhir, jangan biarkan api keimanan kita padam. Mari terus berbenah diri. Semoga kita selalu istiqomah menjalankan ibadah.
Siska Meirina, S.pd, Fasilitator SDIT Alam Cahaya, Toboali, Bangka Selatan
