●Mengistirahatkan sebagian organ pencernaan
●Memperbaiki dan meremajakan sel-sel tubuh yang rusak.
●Menguras zat-zat yang tersisa dalam usus yang seringkali bila tersimpan terlalu lama akan berubah menjadi sampah beracun.
●Memperbaiki sistem pencernaan dan penyerapan zat-zat makanan
●Menormalkan serta memperbaiki sistem eksresi atau sistem pembuangan zat-zat sisa pada tubuh.
●Mengurai zat-zat berlebih dan tersimpan dalam jaringan tubuh yang rusak.
●Menjernihkan pikiran dan mempertajam daya pikir
●Memperbaiki dan mempersihkan jaringan kulit
●Mengatasi obesitas
●Mengatasi diabetes
●Mengatasi kencing batu

Alhasil, berpuasa bermanfaat melindungi tubuh dari penyakit kencing batu, penumpukan lemak dan zat-zat residu, serta pertumbuhan yang tak wajar. Puasa juga mampu menurunkan kadar gula darah hingga batas paling rendah.

Baca Juga  11 Menu Buka Puasa yang Nikmat dan Sehat

Pasalnya, pangkreas memiliki banyak kesempatan untuk beristirahat dan menghasilkan hormon insulin, dimana hormon insulin sendiri berfungsi untuk mengendalikan kadar gula darah, menyerap glukosa dari sel-sel tubuh dan mengubahnya menjadi glikogen.

Namun, ketika makanan yang dikonsumsi melebihi jumlah insulin yang diproduksi, maka seseorang akan mudah lelah dan merasa lemas, yang berakibat pada menurunnya semangat dan melemahnya tenaga untuk beraktivitas. Begitu pula, kadar gula darah yang berlebih atau melebihi batas normal akan mengakibatkan diabetes.

Seperti disampaikan di atas, puasa adalah salah satu cara menangani penyakit diabetes. Bahkan, sudah menjadi kewajiban bagi pasien diabetes yang akan diperiksa oleh dokter untuk berpuasa terlebih dahulu selama 10-20 jam sebelum diperiksa dan kembali diperiksa setelah berbuka.

Baca Juga  Keistimewaan Malam Lailatul Qodar

Dengan catatan, diabetes yang diderita tidak lebih dari lima tahun. Sebab lebih dari lima tahun, diabetes menyebabkan kerusakan pangkreas yang selanjutnya puasa pun tidak berguna lagi untuk memaktifkan dan memproduksi hormon insulin.

Tidak hanya oleh pasien diabetes, puasa juga harus dilakukan oleh pasien yang akan dioperasi. Salah satu tujuannya adalah untuk mencegah aspirasi paru-paru yang terjadi ketika isi lambung memasuki paru-paru. Sebab, ini berpotensi menghambat aliran udara dan menempatkan pasien pada resiko infeksi serius seperti pneumonia.

Selain itu, puasa juga menjadi salah satu solusi untuk mengatasi penyakit lainnya seperti migran atau sakit kepala sebelah, asma, radang, gangguan hormon, tekanan darah, kolesterol, dan sebagainya.

Baca Juga  Sunnah Sebelum dan Sesudah Salat Iduladha

Bahkan, sebuah penelitian dua ilmuwan fisiologi dari Universitas Chicago mengungkapkan bahwa puasa selama 2 minggu cukup untuk memperbaiki jaringan tubuh manusia dalam usia 40 tahun. (Najib Kailani, As-Shaum was Shihhah, [Damaskus: Muasasatur Risalah], halaman 65).(Dilansir dari Jabar.nu.or.id)