“Membangun pariwisata tempatnya diidentifikasi dulu kita punya apa di sana, apa yang bisa dijual? apa resources yang ada? Apakah sumber daya alam, budaya, cara hidup di sana, banyak hal. Jadi kalau kita bicara pariwisata kita nggak bisa di satu sisi, tapi banyak hal karena itu kita bicara integrasi dari berbagai hal,” kata dia.

Karena itu membangun pariwisata menurut wanita asli Mentok jebolan Oxford University ini tidak bisa dilakukan dalam waktu singkat, karena harus direncanakan dengan matang dari berbagai sisi.

Dia menilai memang sudah saatnya Bangka Barat serius membangun pariwisata dan tidak hanya tergantung kepada pertambangan timah saja.

“Salah satu penghasil devisa dan yang menggerakkan perekonomian daerah itu sekarang pariwisata. Kalau hanya bersandar sama timah, tahu sendiri sekarang sudah habis. Kalaupun ada yang menikmati orang atas, yang di bawah hanya dapat tetes – tetes remang-remahnya saja. Jadi bagaimana kita mau berharap di sana,” kata Masrura.

Baca Juga  Peringati Hari Sumpah Pemuda ke-96, Rutan Kelas IIB Mentok Gelar Upacara