5 Tips Parenting Tumbuhkan Rasa Percaya Diri Pada Anak
TIMELINES.ID– Kepercayaan diri ternyata menjadi bagian penting bagi tahap perkembangan anak. Melalui sikap tersebut, anak dapat eksplorasi hal baru. Namun, bagaimana cara menumbuhkan rasa percaya diri pada anak?
Sebenarnya, kepercayaan diri harus mulai diperkenalkan dan diasah ketika anak masih berusia balita. Pelajaran mengenai hal tersebut berawal dari keluarga. Orang tua hanya perlu menstimulasinya saja. Namun terkadang, hal ini luput dari pengamatan ayah dan ibu. Alhasil, anak belum mendapatkan pede saat sudah mulai usia sekolah.
Padahal, pada usia sekolah, kepercayaan diri sangat diperlukan untuk dapat mengikuti. proses belajar-mengajar, beradaptasi dengan lingkungan baru, dan juga bersosialisasi dengan teman sebaya.
Umumnya, anak yang percaya diri yakin terhadap kemampuannya. Jadi, ia tidak akan ragu untuk maju ke depan kelas ketika diminta guru mengerjakan soal di papan tulis. Lalu, bagaimana cara meningkatkan percaya diri pada anak SD?
Anak yang kekurangan keyakinan diri ini biasanya selalu berpikir ,”apakah aku bisa melakukannya atau sudah baik melakukannya.” Sedangkan anak yang percaya diri percaya kalau dia dapat melakukan tugas yang diberikan.
Berdasarkan jurnal yang ditulis Profesor dari Western Kentucky University, Amerika Serikat pada 2014, hubungan yang baik antara anak dan orang tua sebenarnya bisa mencegah munculnya rasa khawatir pada anak. Orang tua yang sering menanyakan kabar dan juga memperlihatkan kasih sayangnya dapat mengurangi hal negatif dari rasa tidak percaya diri. Sebenarnya, hal ini merupakan hal paling awal yang bisa dilakukan sebagai cara menumbuhkan percaya diri pada anak.
Ibu mau tahu cara menumbuhkan rasa percaya diri pada anak lainnya? Berikut ini beberapa hal yang bisa Ibu lakukan sejak dini.
1. Memberikan Pekerjaan Rumah
Hal yang pertama ibu lakukan sebagai cara menumbuhkan rasa percaya diri pada anak adalah menunjukkan kepercayaan. Ibu bisa memberikan anak pekerjaan rumah tangga khusus yang tentunya bisa ia lakukan. Misalnya, anak setiap hari bertugas membereskan tempat tidur dan membersihkan kamar tidurnya
Bisa juga setiap weekend, anak bertugas menyiram tanaman di halaman atau membantu Ibu memasak. Dengan demikian, anak merasa dirinya diakui kemampuannya. Selain itu, ia merasa bangga kepada orang tua karena bisa menunjukkan keterampilannya.
2. Memperbolehkan Anak Mengambil Keputusan
