“Kalau kami ini memang asli Bangka, kita dagang, soalnya timah gak ada yang mau beli mahal, kebun pun tak punya,” tambahnya.

Kata dia, kalau 5 tahun lalu, timah masih jaya, ekonomi berada, belanja senang, kalau sekarang susah, tapi tetap disyukuri.

“Sekarang anjlok betul, timah razia, harganya murah, mau jual pun susah, tapi bersyukur saja masih berdagang,” terangnya.

“Untungnya pemerintah masih ada bantu UMKM seperti kami, intinya dijalani saja, badan sehat dan ada kemauan, tetap semangat,” imbuhnya.

Baca Juga  RT 18 Arung Dalam Raih Juara I Lomba Poskamling Polda Babel