Ia menyebutkan sebelumnya Dinas Lingkungan Hidup Basel telah mengantisipasi membludaknya sisa sampah plastik dari pedagang.

DLH menyiapkan tong sampah dan kantong plastik di beberapa tempat pedagang.

“Sisa sampah pasca festival rata-rata didominasi oleh sampah botol minuman dan sampah makanan. Namun saat ini pedagang sering kali menganggap sampah plastik sesuatu yang tidak bernilai,” ucapnya.

Padahal sisa sampah plastik seperti minuman botol, kata Gitto dapat dijual ulang dan bisa menambah nilai ekonomis bagi mereka yang aktif memilah sampah.

“Karenanya saya mengajak masyarakat terutama pedagang agar memilah dan mengelola sampah dengan baik supaya dapat menambah pendapatan maupun ekonomi mereka,” harapnya

Baca Juga  PWI Basel Matangkan Persiapan Konferkab II, Riki Saputra Ketua Panitia