Jika melihat jadwal yang ada, lawan-lawan yang akan dihadapi adalah tim yang saat ini ada di papan bawah.

Bahkan Persikabo 1973 adalah tim yang sudah dipastikan terdegradasi ke Liga 2 musim depan. Sedangkan Persita dan Bhayangkara FC masih berjuang keras untuk lepas dari zona merah degradasi.

“Pertandingan tersisa tentu kami akan fokus untuk memenangkan laga. Tidak ada tawar menawar. Kami tidak melihat tim lain, kami fokus pada permainan kami sendiri,” kata kapten Persis Solo, Rian Miziar.

Memang, jelang akhir kompetisi, persaingan antar tim baik di papan atas juga papan bawah makin ketat. Tidak ada jaminan tim papan atas bakal menang atas tim papan bawah.

Baca Juga  Radja Nainggolan Jadi Motivasi PSS Untuk Kalahkan Bhayangkara FC

Lihat saja bagaimana salah satu calon lawan Persis di tiga laga terakhir yakni Bhayangkara FC yang ada di peringkat ke-17 mampu menang telak 7-0 atas tim berperingkat ke-7, Persik Kediri.

Fakta ini membuat Persis disebutkan oleh Rian Miziar mewaspadai benar kekuatan tim-tim lawan di laga tersisa yang ada. Sebab jika lengah, tentunya kisah tak mengenakkan seperti yang dialami Persik dapat saja dialami oleh tim-tim manapun termasuk Persis.(Dilansir dari Ligaindonesiabaru.com)