Menurut dia, peningkatan sampah saat sebelum lebaran didominasi sampah organik, namun setelah lebaran didominasi anorganik.

“Kalau sebelum lebaran banyak organik yakni sampah orang masak laut, seperti ketupat. Setelah lebaran baru anorganik ada botol bolesa, fanta dan sebagainya,” ujarnya.

Ia menuturkan, Pemkab Bateng menyiapkan 18 petugas kebersihan untuk mengangkut sampah dengan dump truk dan amrol.

“Kita melalui 3 dump truk sampah dan 3 amrol untuk pengangkatan kontainer di 10 titik lokasi. Kita melakukan pengangkutan kalau start dari bundaran ke arah Koba Tin, arah ke Arung Dalam, Terentang dan ke Nibung,” ucapnya.

Ia menambahkan dalam pengolahan sampah saat lebaran, DLH Bateng melibatkan Bank Sampah untuk pengolahan sampah anorganik.

Baca Juga  Kepala DPPKBP3A Klaim Kesadaran Ber-KB di Bangka Tengah Tinggi

“Kita koordinasi dengan Bank Sampah karena banyak sampah anorganik, kita libatkan para nasabahnya,” pungkasnya. (**)