Menurut Rieza, niatnya bertarung pada pesta demokrasi lima tahunan itu tidak lain karena sejalan dengan para pendiri Bangsa ini. Dalam artian, dirinya ingin memberikan sumbangsih lebih untuk kampung leluhurnya yang disesuaikan kemampuan saat ini.

“Apa yang bisa saya sumbangkan bagi kampung leluhur, disesuaikan dengan kemampuan saya tentunya, ini menjadi motivasi saya. Dan mungkin juga panggilan hati karena sesuai harapan dari orang-orang yang mengharapkan dan khususnya Almarhum Bapak,” ujar dia.

Trah dari mendiang Parhan Ali, kata dia yang menginginkan kemajuan bagi daerahnya membuat niatnya semakin kuat untuk bisa mengabdi di Babar. Namun demikian, dia tidak sedikitpun menilai bahwa petahana tidak punya niat yang sama memajukan daerah.

Baca Juga  Polsek Mentok Gencar Patroli Jaga Kondusifitas Wilayah Jelang Pemilu

“Dalam hal ini bukan berarti Bupati yang sekarang sedang bertugas tidak memajukan. Saya yakin beliau sudah maksimal bekerja, maka dari itulah, diharapkan bisa adanya sinkronisasi kebaikan bersama yang lebih luas ke depannya,” jelasnya.