Shindy Akhirnya Pilih Mundur Ikut UTBK-SNBT di Kampus Terpadu UBB
Setelah mendapati perawatan tim medis dan dibantu mengunakan kacamata, serta pencahayaan pada monitorpun disetting, Shindy masih mampu mengikuti tes UTBK dan matanya sudah lebih baik dari sebelumnya.
Seiring waktu proses pengisian soal-soal masih berjalan lancar, kurang lebih 30 menit sebelum berakhirnya waktu pelaksanaan UTBK, Pananggung Jawab Ruang (PJR) konfirmasi kembali ke Penanggung Jawab Lokasi (PJL) bahwa Shindy memilih mundur karena tidak sanggup lagi mengikuti tes UTBK
“Jadi anak itu sudah mengeluarin air mata terus dan dia (Shindy) tidak bisa lagi buka matanya, jadi mejem terus. Jadi Dini bilang bisa tidak dilanjutin sebentar lagi 30 menit saja. Terus yang bersanggupan bilang tidak sanggup lagi, dan ingin mengakhiri tes tersebut dengan yakin,” terang Dini
Dihari yang sama sesi 2, cerita lain dituturkan salah satu Peserta UTBK-SNBT yang mengikuti tes di Gedung Timah I Kampus Terpadu UBB. Windi yang berasal dari Desa Kemimngking Bangka Tengah optimis untuk mengikuti seleksi dan harapannya bisa lolos nantinya di PTN yang diidolakan
Walaupun SLTAnya selama ini ia tempuh di SMK PGRI Baturaja Palembang, Windi tetap memilih PTN di asal daerahnya yakni UBB dan Polman Babel. Dari 4 pilihan program studi (Prodi) jalur UTBK-SNBT 2024, 3 Prodi pilihannya ia ambil ke UBB yakni pilihan 1 ke D3 Keperawatan UBB, kedua Bisnis Digital UBB, ketiga Teknik Pertambangan UBB, serta pilihan 4 ke prodi Bisnis Digital Polman Babel.
Windi mengakui sudah mempersiapkan diri untuk mengikuti UTBK secara maksimal, salah satunya terus belajar dan tidak lupa do’a dari kedua orang tua dan keluarga. Ia juga menuturkan pilihan PTN di asal daerah karena atas keinginan sendiri dan orang tua yang tidak ingin anaknya jauh lagi dari keluarga.
Usai pelaksanaan UTBK Windi merasa gugup dan soal-soal UTBK yang dikerjakan sangat susah walaupun sudah belajar sesuai kemampunnya. Namun tidak memudar impian dan harapan ia tetap optimis bisa lolos nantinya.
“Deg-degan saat UTBK dan susah itu pelajarannya, saya pingin lulus dan ini satu-satu harapan saya,” harap Windi ungkapnya saat diwawancara
Lebih lanjut ia menambahkan, selama SLTA ia tempuh di Palembang dan ikut keluarga dari orang tua, dan orang tua sendiri berdomisili di Bangka. Ia berharap bisa diterima dan lolos di PTN jalur SNBT dan dapat memenuhi impian orang tuannya untuk kuliah di Bangka.*
