“Korban ini bertugas menyemprot tanah tebing dengan ketinggian kurang lebih 9 meter, sedangkan Asui bertugas membuang batu dari tanah yang disemprot oleh korban dan Sahada bertugas mengendalikan tali gas dan menunggu Camoi (kolong/danau kecil),” sambungnya.

Dikatakan Iptu Imam, pada saat sedang bekerja, tiba-tiba terdengar suara teriakan korban.

“Korban ini sempat teriak, bahwa ada tanah longsor yang mengarah kepada tempat mereka bekerja, saat itu Asui dan Sahada berlari menghindar dan berhasil menyelamatkan diri, sedangkan korban tidak mampu lagi menyelamatkan diri, sehingga tertimbun tanah dan meninggal dunia,” pungkasnya.

Baca Juga  Punya 6 Program Unggulan, SMP Muhammadiyah Koba Buka PPDB Tahun 2024/2025