Edi Warsito Mantapkan Niat Maju ke Pilkada Babar
Dirinya menilai Partai Golkar sarat akan kader-kader internal yang cemerlang. Oleh karena itu, dia merasa terpanggil ditambah lagi kondisi daerah saat ini. Setidaknya, sudah 4 kali kepala daerah berganti namun belum ada hasil besar yang terlihat di lapangan.
“Sebagai kader saya merasa terpanggil, sudah berapa kali pergantian kepala daerah, sudah empat kali, apa yang kita lihat hasil dari 4 kali itu. Malu kita dengan kabupaten-kabupaten lain, Babar punya izin usaha pertanian dan perkebunan kelapa sawit terbesar,” katanya.
“Ini ada lada, pabrik timah, perkebunan karet, pertambangan IUP terbesar di Babar. Kan malu kita Babar malah minim pemasukan dan defisit. Jadi kita perlu calon pemimpin yang cemerlang, punya ide-ide yang tak mengandalkan APBD dan APBN,” ungkap Edi.
“Harusnya bisa menghidupkan daerah dengan potensi daerah, terutama sektor pariwisata yang selama ini mati. Jadi kita ingin bangun hotel orang takut, izin dipersulit, bangun tempat hiburan pun begitu. Kenapa justru dengan segala potensi aspek yang bisa menghasilkan pemasukan untuk daerah, justru malah defisit,” terangnya.
Edi menambahkan rekomendasi jatuh kepada siapapun nantinya diserahkan semuanya ke partai. Meski Edi Warsito mengambil formulir pendaftaran sebagai bupati, yang mendapatkan rekomendasi nantinya sudah pasti orang-orang pilihan dan dinilai terbaik.
“Jadi selaku kader golkar kami siap, walaupun saya ambil formulir sebagai bupati. Namun kebijakan sesuai arahan DPD I dan DPP, kita kembalikan semua penilaian dari DPD I dan DPP, siapapun yang terpilih dan mendapatkan rekomendasi, itu pasti yang terbaik,” pungkas Edi.
