“Bagi saya Kantor DPD PDIP ini rumah demokrasi yang sejak 34 tahun selama jadi PNS saya memisahkan diri karena saya seorang birokrat yang sesuai aturan Undang-undang tidak boleh berkecimpung di Partai,” kata Naziarto.

Dengan mendaftarkan diri di rumah demokrasi ini dirinya menunjukkan keseriusannya untuk kembali ke rumah dan siap mengikuti semua mekanisme dan prosedur juga aturan yang ditetapkan oleh Partai PDI Perjuangan.

“Saya ingin bergabung dengan PDIP yang saya anggap rumah org tua saya karena saya pernah menjadi bagian dari Partai PDIP. Apapun mekanisme dan prosedur yang dibuat oleh partai, sebagai seorang anak akan saya turuti. Dan saya harap kehadiran Saya kesini dapat diusung oleh PDIP sebagai balon Gubernur Babel Periode 2024-2029″ ujarnya.

Baca Juga  Herman Suhadi Sebut APBD Perubahan 2023 Prioritaskan Tiga Hal

Saat disinggung awak media, adanya persyaratan bahwa PDI Perjuangan akan mengusung bakal calon Gubernur jika setuju calon wakil gubernurnya adalah pengurus atau anggota PDI Perjuangan, Naziarto meyakinkan bahwa dirinya tetap akan mengikuti prosedur yang ditetapkan oleh PDIP.

Saya akan manut dengan aturan partai karena PDIP juga sudah bekerjasama dengan PKS, PPP dan Demokrat. Itu wujud pemikiran ketua yang smart karena partai lain itu kawan bagi kita, bukan lawan dan ini untuk menghidupkan demokrasi agar semakin kuat dan solid,” ujarnya.*