Dan alternatif kedua akan gunakan kapal tunda. Jika masih tidak bisa pihaknya akan menggunakan alternatif ketiga, dengan mendatangkan kapal isap agar bisa menghisap tunas kapal sehingga bisa terapung.

“Alternatif pertama kita sudah bekerja, kapal itu akan mulai terapung dan pelan-pelan bisa ditarik langsung agar bisa terapung,” ujarnya.

Pj Safrizal meyakinkan pihak terkait akan sigap bekerja karena kandasnya kapal ini dapat membawa dampak lambatnya bahan bakar dan cadangan listrik yang masuk ke Bangka Belitung.

“Stok BBM kita yang masuk lewat Pangkalbalam itu hanya per tig hari. Sekarang kapal yang mengangkut pertamina sudah masuk dan stok BBM sudah lancar. Namun jika ini masih tertutup maka cadangan batubara tidak bisa masuk dan listrik kita hanya bertahan 8 hari saja,” ujarnya.

Baca Juga  Meriahnya Perayaan HUT ke-79 RI di Taman Zahra Pangkalpinang

Pelindo akan mengawasi ketat terkait hal ini dengan terus berkoordinasi agar semua berjalan lancar dan kapal-kapal yang sudah bersandar bisa masuk, dan yang bertahan bisa keluar.

“Dan solusi untuk masa depan kami akan duduk dengan stakeholder untuk saling memikirkan pendalaman alur ini agar memberi pandu masuk yang benar juga karena ini sangat mengganggu distribusi listrik dan BBM kita. Dalam 3 hari saja kita sudah terancam putus BBM dan putus listrik. Kita akan koordinasikan dengan pusat terkait hal ini,” ujarnya.*