Blunder Casemiro Berikan 3 Poin Bagi Arsenal
Cara kekalahan di Palace telah meningkatkan pengawasan terhadap bos United Ten Hag.
Pilihan pemain asal Belanda itu sekali lagi terhambat oleh daftar pemain yang absen panjang, dengan kapten Bruno Fernandes termasuk di antara mereka yang absen dan bangku cadangan dipenuhi pemain-pemain muda.
“Ini seperti mencoba berenang dengan tangan terikat di belakang,” kata Ten Hag tentang krisis cedera United.
“Anda lihat para penggemar berada di belakang kami. Mereka berjuang bersama kami. Hari ini kami memberikan mereka (sesuatu) kembali tetapi itu harus menjadi standar dalam setiap pertandingan.
Anda lihat, bahkan ketika kami kehilangan tujuh pemain inti, kami tetap kompetitif dengan salah satu tim terbaik di liga.”
Namun, keputusan Ten Hag untuk mempertahankan Casemiro sebagai bek tengah sementara setelah penampilan buruknya melawan Palace akan menjadi tongkat lain untuk mengalahkan pelatih yang terkepung itu.
Setelah United berhasil menahan tim tamu yang gemar mencetak gol selama 20 menit pertama, Casemiro bertanggung jawab atas gol tersebut.
Pemain berusia 32 tahun itu berusaha keras untuk meneruskan tendangan gawang United untuk memainkan Kai Havertz dan Trossard kemudian mencuri di sisi buta Casemiro untuk memanfaatkan umpan silang pemain Jerman itu.
Rekan pemilik baru United, Jim Ratcliffe, lebih hadir di Old Trafford dibandingkan di Wembley untuk menyaksikan tim wanita klub meraih trofi besar pertama mereka di final Piala FA.
Pekerjaan yang harus dilakukan Ratcliffe telah terungkap dalam beberapa pekan terakhir dan dia melihat secara langsung perbaikan yang juga diperlukan di Old Trafford ketika hujan mengguyur melalui atap yang bocor setelah matahari berubah menjadi badai petir di penghujung pertandingan.
Alejandro Garnacho menjadi salah satu pemain utama United, namun Arsenal jarang mendapat masalah serius karena mereka mencatatkan clean sheet keenam dalam tujuh pertandingan tandang terakhir mereka di liga.
Kemenangan The Gunners juga mencetak rekor klub yakni 27 kemenangan dalam satu musim Liga Inggris.
Namun, itu pun mungkin tidak cukup jika City mempertahankan laju kejam mereka.(Dilansir dari Worldfootbal.net)
