Heri menjelaskan, beberapa penyebab konflik yang dapat terjadi antara lain berasal dari isu SARA hingga kepentingan elite politik. Dia memastikan Kemenko Polhukam telah melakukan monitoring lebih lanjut terkait potensi kerawanan ini.

“Kerawanan konflik SARA, mungkin antarpaslon, bentrokan antarpendukung, konflik elite politik, serta petinggi daerah,” ucapnya.

“Kita laksanakan kegiatan-kegiatan monitoring, rapat bersama, kordinasi, mencari hal-hal yang mungkin akan berdampak pada masa pemilihan ke depan,” imbuhnya. (Hadi Ismanto/PMJNews.com)

Sumber: PMJNews.com